MAKALAH
ANALISIS SWOT PADA PERUSAHAAN QUICK
EXPRESS
Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Mata
Kuliah Manajemen Strategik
Disusun Oleh:
Bornok Megawati : 29212131
UNIVERSITAS GUNADARMA
EKONOMI
AKUNTANSI
DEPOK
2013
KATA
PENGANTAR
Puji syukur kita
panjatkan kehadirat Allah SWT, karena atas rahmat dan karunia-Nya penulis dapat
menyelesaikan “Makalah Analisis Swot terntang Perusahaan QUICK EXPRESS”. Adapun
tujuan penulisan paper ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Manajemen
Strategik.
Meskipun dalam penyusunan
paper ini penulis banyak menemukan kesulitan. Akan tetapi, karena dorongan dan
motivasi dari berbagai pihak paper ini dapat terselesaikan tepat pada waktunya.
Penulis menyadari bahwa
pada penulisan paper ini masih terdapat kekurangan. Oleh karena itu, penulis
mengharapkan kritik dan saran yang sifatnya membangun.
Dan semoga paper ini dapat
bermamfaat bagi semua pihak yang membacanya (amin).
Depok,
25 juni 2013
Penulis
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR
DAFTAR
ISI
BAB I PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
1.2.Perumusan masalah
1.3.Tujuan
BAB II PEMBAHASAN
2.1. Visi
– Misi, Nilai Dan Tujuan
2.2. Merumuskan Lingkungan Internal
2.3.
Pengelompokkan Lingkungan Ekstenal
2.4. Bagan Swot Analisys
I. ISU STRATEGIS SO
II. SU STRATEGIS WO
III. ISU STRATEGIS ST
IV. ISU STRATEGIS WT
BAB III PENUTUP
3.1
Kesimpulan
DAFTAR PUSTAKA
BAB I
PENDAHULUAN
1.11.1 LATAR BELAKANG
Sejarah kebangkitan industri modern dimulai pada tahun 1820-1830 atau sering
disebut dengan revolusi industri. Kebangkitan ini mengakibatkan berkembangnya
penemuan-penemuan baru dibidang teknologi, seperti pembangunan proses produksi
sampai penggunaan computer. Dampak lebih lanjut dari perkembangan teknologi ini
adalah perkembangan organisasi dan kegiatan bisnis di tahun 1990-an. Dengan
demikian konsep persaingan juga ikut berubah. Sementara pada periode sebelum
1990-an persaingan merupakan kegiatan pembuatan produk sebanyak-banyaknya atau
lebih dikenal dengan periode produksi masal, strategi kegiatan produksi lebih
ditunjukan kearah internal perusahaan yang bertujuan untuk memperoleh efisiensi
produksi. Baik preferensi manajerial, perilaku maupun persepsi, semuanya
berorentasi ke mental produksi. Dari asfek politik, strategi bisnis seperti ini
memerlukan proteksi secara ketat terhadap serangan dari luar.
Pada abad 21 dimana masing-masing Negara di planet bumi ini sudah tidak
memiliki batas ruang dan waktu, kecenderungan orientasi bisnis akan berubah.
Jika sebelumnya produsen dapat memaksakan kehendaknya kepada konsumen, maka
yang terjadi selanjutnya adalah kebalikannya: konsumenlah yang justru
memaksakan kehendaknya kepada produsen. Investasi mengalir ketempat yang paling
menguntungkan. produsen dipaksa untuk membuat produk yang sesuai dengan nilai
dan keinginan konsumen.Dengan demikian, reorentasi konsep perncanaan strategis
sangat diperlukan.
Analisis perencanaan strategis merupakan salah satu bidangstudi yang banyak
dipelajari secara seriua dibidang akademis. Hal ini disebabkan karena setiap
saat terjadi perubahan, seperti persaingan yang semakin ketat, perubahan
teknologi yang semakin canggih, dan perubahan kondisi demografis, yang
mengakibatkan berubahnya selera konsumen secara lebih cepat.
1.2. PERUMUSAN MASALAH
Untuk memenuhi tantangan, perusahaan membutuhkan analisis perencanaan
strategis.yang bertujuan untuk memperoleh keunggulan bersaing, dan juga
perusahaan mempunyai pengamatan berbagai konsep atau literature, teknik
analisis, temuan-temuan empiris serta paradigm yang dapat dipakai sebagai
landasan untuk menyusun perencanaan strategis. Suatu perusahaan dapat
mengembangkan strategi untuk mengatasi ancaman eksternal dan merebut peluang
yang ada. Proses ananlisis, perumusan dan evaluasi strategi-strategi itu
disebut perencanaan strategis.
1.3.
TUJUAN
Tujuan utama perencanaan strategis ialah agar perusahaan dapat melihat secara
obyektif kondisi-kondisi eksternal dan internal, sehingga perusahaan dapat
mengantisipasi perubahan lingkungan eksternal. Dalam hal ini dapat dibedakan
secara jelas, fungsi manajemen, konsumen, distributor, dan pesaing. Jadi
perencanaan strategis penting untuk memperoleh keunggulan bersaing dan memiliki
produk yang sesuai dengan keinginan konsumen dengan dukungan yang optimal dari
sumber daya yang ada.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1.
Visi – Misi, Nilai dan Tujuan Dari Perusahaan Perumahan.
1. Visi Perusahaan Perumahan BTN:
· Ingin menjadi suatu perusahan
perumahan yang mandiri dan profesional serta menjunjung tinggi etika bisnis
dengan menunjukkan kemampuan yang handal.
2. Misi Perusahaan Perumahan BTN:
· Dengan sumber daya manusia yang
profesional, berpengalaman, berjiwa jujur, percaya diri akan membentuk suatu
wadah yang solid untuk dapat menuju tujuan yang diharapkan.
3.
Nilai kinerja Perusahaan Perumahan
BTN:
·
Kepercayaan
·
bekerja
dalam suasana harmonis, memperlakukan sesama dengan tulus dan hormat serta
percaya akan kemampuan bersama dalam mencapai tujuan bersama.
·
Transparasi
·
Bekerja
dengan integritas tinggi dan saling terbuka dan jujur atas kenerja pribadi dan
kinerja tim, mengakui kesuksesan yang telah dicapai serta kelemahan-kelemahan
yang harus ditingkatkan.
·
Kerjasama
·
Memberikan
kontribusi yang significan sebagai individu, namun setiap bekerjasama dalam tim
dan saling berbagi kreatuvitas, inovasi dan sukses. Sebagai anggota tim turut
serta dalam proses pengambilan keputusan bagi kepentingan
perseroan.
4. Tujuannya Perusahaan Perumahan BTN
adalah :
·
Menjadi suatu perusahaan perumahan
yang berambisi untuk maju dan berkembang di masa datang dan kokoh, serta
dipercaya oleh berbagai kalangan dunia bisnis, mitra pemerintah serta
masyarakat umum lainnya.
2.2.
MERUMUSKAN LINGKUNGAN INTERNAL
|
NO
|
STRENGTH
|
NO
|
WEAKNESS
|
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Harga
Strategi yang digunakan
Pemasaran perumahan
Promosi
Penerangan
Sistem air
Sistem drainase
Sistem keamanan
Jumlah bangunan
Kualitas bangunan
|
1.
2.
3.
4.
5.
6.
7.
8.
9.
10.
|
Letak perumahan
Fasilitas yang disediakan
Variasi bangunan
Tipe rumah
Pengelolaan sampah
Kualitas tenaga kerja
Kuantitas tenaga kerja
Sistem manajemen
klasifikasi konsumen
Teknologi yang digunakan
|
Keterangan
:
Setelah faktor-faktor strategis internal suatu perusahaan diidentifikasi, suatu
table IFAS (Intenal Factors Analysis Summary) disusun
untuk merumuskan Faktor-Faktor strategis internal tersebut dalam kerangka Strength
and Weakness perusahaan.
Selanjutnya, suatu perencanaan strategis dikembangkan, manajemen puncak perlu
menganalisis hubungan antara fungsi-fungsi manajemen perusahaan dengan
mempelajari struktur perusahaan (corporate’s structure), budaya
perusahaan (corporate’s culture),dan sumber daya perusahaan (corporate’s
resources).
2.3. PENGELOMPOKKAN LINGKUNGAN EKSTERNAL
|
NO
|
OPPORTUNITY
|
NO
|
THREATH
|
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
· Kebijakan pemerintah
· Kestabilan ekonomi
· Belum ada perumahan BTN di lingkungan sekitar
· Lingkungan asri
· Inovasi baru
· Jumlah konsumen banyak
· Kualitas tanah
· Inovasi baru
· Udara segar
· Air tanah baik
|
1
2
3
4
5
6
7
8
9
10
|
· Undang-undang
· Tingkat pendapatan masyarakat yang rendah
· Daya beli masyarakat rendah
· Transportasi
· Populasi penduduk sekitar sedikit
· Topografi tanah
· Jauh dari pusat kota
· Perumahaan lain yang letaknya strategis
· Budaya masyarakat
· Akses komunikasi
|
Keterangan
:
Sebelum membuat matrik faktor strategi eksternal, kita perlu mengetahui factor
strategi eksternal EFAS (eksntenal Factors Analysis Summary)
disusun untuk merumuskan Faktor-Faktor strategis internal tersebut dalam
kerangka Opportunity and Threath perusahaan.
Sebelum strategi diterapkan, perencanaan strategi harus menganalisis lingkungan
eksternal untuk mengetahui berbagai kemungkinan peluang dan ancaman atau (Opportunity
and Treath).
2.4. BAGAN SWOT ANALISYS
|
|
STRENGTH
|
WEAKNESS
|
|
1. Harga
|
1. Letak perumahan
|
|
|
2. Pemasaran perumahan
|
2. Teknologi yang digunakan
|
|
|
3.
Strategi yang digunakan
|
3. Variasi bangunan
|
|
|
4. Kualitas bangunan
|
4. Tipe rumah
|
|
|
5. Promosi
|
5. Pengelolaan sampah
|
|
|
OPPORTUNITY
|
SO
1.
Harga – Belum ada perumahan BTN di daerah sekitar
2.
Pemasaran perumahan – Kestabilan ekonomi
3.
Strategi yang digunakan – Belum ada perumahan BTN di
daerah sekitar
4.
Kualitas bangunan – Lingkungan asri
5.
Promosi – kestabilan ekonomi
|
WO :
1.
Letak perumahan – Lingkungan asri
2.
Teknologi yang digunakan – Belum ada perumahan BTN di
daerah sekitar
3.
Variasi bangunan – Kestabilan ekonomi
4.
Tipe rumah – Lingkungan asri
5.
Pengelolaan sampah – Jumlah konsumen banyak
|
|
1. Kestabilah ekonomi
|
||
|
2. Lingkungan asri
|
||
|
3. Jumlah konsumen banyak
|
||
|
4. Inovasi baru
|
||
|
5. Belum ada perumahan BTN di
daerah sekitar
|
||
|
THREATH
|
ST :
1.
Harga – Topografi tanah
3.
Strategi yang digunakan – Perumahan lain yang
letaknya strategis
4.
Kualitas bangunan lain strategis.
5.
Promosi tomografi tanah
|
WT :
1.
Letak perumahan – Topografi tanah
2.
Teknologi yang digunakan – Jauh dari pusat kota
3.
Variasi bangunan – jauh dari pusat kota
4.
Tipe rumah – Topografi tanah
5.
Pengelolaan sampah – Daya beli masyarakat rendah
|
|
1. Perumahan lain yang letaknya
strategis
|
||
|
2. Topografi tanah
|
||
|
3. Jauh dari pusat kota
|
||
|
4. Daya beli masyarakat rendah
|
||
|
5.tingkat pendapatan masyarakat
rendah
|
I. ISU STRATEGIS SO
|
ANALISIS
|
ISU
STRATEGIS
|
|
S
1 – O 1
|
Harga – Kestabilan ekonomi
Bagaimana menentukan harga produk
dalam kestabilan ekonomi, agar dapat diterima konsumen?
|
|
S
1 – O 2
|
Harga – Lingkungan asri
Bagaimana cara memanfaatkan harga
dengan kondisi lingkungan perumahan yang masih asri?
|
|
S
1 – O 3
|
Harga – Jumlah konsumen
banyak
Bagaimana menentukan harga pada
saat jumlah konsumen banyak?
|
|
S
1 – O 4
|
Harga – Inovasi baru
Bagaimana perubahan harga dapat
merangsang inovasi baru produk?
|
|
S
1 – O 5
|
Harga – Belum ada perumahan BTN di
daerah sekitar
Bagaimana menciptakan harga di
wilayah yang belum ada perumahan BTN di daerah sekitarnya?
|
|
S
2 – O 1
|
Pemasaran perumahan – Kestabilan
ekonomi
Bagaimana pola pemasaran perumahan
dalam kestabilan ekonomi pasar?
|
|
S
2 – O 2
|
Pemasaran perumahan – Lingkungan asri
Bagaimana melakukan pemasaran
perumahan yang memiliki lingkungan asri?
|
|
S
2 – O 3
|
Pemasaran perumahan – Jumlah
konsumen banyak
Bagaimana melakukan pemasaran
perumahan dengan jumlah konsumen banyak?
|
|
S
2 – O 4
|
Pemasaran perumahan – Inovasi baru
Bagaimana pemasaran perumahan
dapat mendongkrak inovasi baru yang dilakukan?
|
|
S
2 – O 5
|
Pemasaran perumahan – Belum ada
perumahan BTN di daerah sekitar
Bagaimana metode pemasaran
perumahan di wilayah yang belum ada perumahan BTN di daerah sekitarnya?
|
|
S
3 – O 1
|
Strategi yang digunakan –
Kestabilan ekonomi
Bagaimana mengaplikasikan
strategi yang digunakan perusahaan ke dalam kestabilan ekonomi yang terjadi
di pasar?
|
|
S
3 – O 2
|
Strategi yang digunakan –
Lingkungan asri
Bagaimana menggabungkan strategi
yang digunakan dengan lingkungan asri perumahan untuk mendongkrak penjualan?
|
|
S
3 – O 3
|
Strategi yang digunakan – Jumlah
konsumen banyak
Bagaimana strategi yang digunakan
agar dapat menarik jumlah konsumen yang banyak untuk memiliki perumahan?
|
|
S
3 – O 4
|
Strategi yang digunakan – Inovasi
baru
Bagaimana inovasi baru yang
diciptakan bisa sejalan dengan strategi yang digunakan perusahaan untuk
meningkatkan penjualan?
|
|
S
3 – O 5
|
Strategi yang digunakan – Belum
ada perumahan BTN di daerah sekitar
Bagaimana strategi yang digunakan
untuk menghadapai pasar yang belum ada perumahan BTN di daerah sekitarnya?
|
|
S
4 – O 1
|
Kualitas bangunan – Kestabilan
ekonomi
Bagaimana cara meningkatkan
kualitas bangunan perumahan dalam kestabilan ekonomi untuk menaikan
penjualan?
|
|
S
4 – O 2
|
Kualitas bangunan – Lingkungan
asri
Bagaimana memanfaatkan kualitas
bangunan yang baik dan lingkungan asri sekitar sebagai nilai tambah dalam
penjualan perumahan?
|
|
S
4 – O 3
|
Kualitas bangunan – Jumlah
konsumen banyak
Bagaimana memposisikan kualitas
bangunan perumahan terhadap pasar pada saat jumlah konsumen banyak?
|
|
S
4 – O 4
|
Kualitas bangunan – Inovasi baru
Bagaimana meningkatkan kualitas
bangunan dengan cara melakukan inovasi baru?
|
|
S
4 – O 5
|
Kualitas bangunan – Belum ada
perumahan BTN di daerah sekitar
Bagaimana memberikan kualitas
bangunan perumahan pada wilayah yang belum ada perumahan BTN di daerah
sekitar, agar dapat menarik minat konsumen?
|
|
S
5 – O 1
|
Promosi – Kestabilan ekonomi
Bagaimana melakukan promosi pada
saat kestabilan ekonomi pasar berlangsung agar dapat meningkatkan penjualan?
|
|
S
5 – O 2
|
Promosi – Lingkungan asri
Bagaimana melakukan promosi
lingkungan asri perumahanuntuk meningkatkan penjualan?
|
|
S
5 – O 3
|
Promosi – Jumlah konsumen banyak
Bagaimana melakukan promosi pada
saat jumlah konsumen banyak?
|
|
S
5 – O 4
|
Promosi – Inovasi baru
Bagaimana cara melakukan promosi
dengan inovasi baru yang diciptakan agar dapat diterima konsumen?
|
|
S
5 – O 5
|
Promosi – Belum ada perumahan BTN
di daerah sekitar
Bagaimana melakukan promosi perumahan
yang wilayahnya belum ada perumahan BTN di daerah sekitarnya?
|
II. SU STRATEGIS WO
|
ANALISIS
|
ISU
STRATEGIS
|
|
W1
– O1
|
Letak perumahan – Kestabilan
ekonomi
Bagaimana mempromosikan letak
perumahan yang jauh dari pusat kota pada saat kestabilan ekonomi berlangsung?
|
|
W1
– O2
|
Letak perumahan – Lingkungan asri
Bagaimana menjual perumahan yang
letaknya jauh dari pusat kota tetapi memiliki lingkungan asri di sekitarnya?
|
|
W1
– O3
|
Letak perumahan – Jumlah konsumen
banyak
Bagaimana cara menarik minat
konsumen agar tertarik pada perumahan yang letak perumahan itu jauh dari
pusat kota, pada saat jumlah konsumen banyak?
|
|
W1
– O4
|
Letak perumahan – Inovasi baru
Bagaimana letak perumahan yang
jauh dari pusat kota bisa menjadi inovasi baru untuk menarik minat konsumen?
|
|
W1
– O5
|
Letak perumahan – Belum ada
perumahan BTN di daerah sekitar
Bagaimana letak perumahan dan
wilayah perumahan yang belum ada perumahan BTN di daerah sekitarnya, agar
bisa menjadi nilai jual kepada konsumen?
|
|
W2
– O1
|
Teknologi yang digunakan –
Kestabilan ekonomi
Bagaimana memanfaatkan teknologi
yang digunakan agar mampu bersaing di pasar yang kestabilan ekonominya
terjaga?
|
|
W2
– O2
|
Teknologi yang digunakan –
Lingkungan asri
Bagaimana agar teknologi yang
digunakan dan lingkungan asri perumahan dapat menarik minat konsumen?
|
|
W2
– O3
|
Teknologi yang digunakan – Jumlah
konsumen banyak
Bagaimana cara meningkatkan
teknologi yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan dari jumlah konsumen yang
banyak?
|
|
W2
– O4
|
Teknologi yang digunakan – Inovasi
baru
Bagaimana cara memanfaatkan
tekonologi yang digunakan untuk menciptakan inovasi baru produk?
|
|
W2
– O5
|
Teknologi yang digunakan – Belum
ada perumahan BTN di daerah sekitar
Bagaimana mengaplikasikan
teknologi yang digunakan dalam perumahan yang belum ada perumahan BTN di
daerah sekitarnya?
|
|
W3
– O1
|
Variasi bangunan – Kestabilan
ekonomi
Bagaimana membuat variasi bangunan
yang menarik dalam kestabilan ekonomi pasar, sehingga dapat menarik minat
konsumen?
|
|
W3
– O2
|
Variasi bangunan – Lingkungan asri
Bagaimana memadukan variasi
bangunan dengan lingkungan asri sekitar perumahan untuk meningkatkan
penjualan?
|
|
W3
– O3
|
Variasi bangunan – Jumlah konsumen
banyak
Bagaimana menetapkan variasi
bangunan perumahan agar mampu bersaing pada saat jumlah konsumen banyak?
|
|
W3
– O4
|
Variasi bangunan – Inovasi baru
Bagaimana membuat variasi bangunan
yang sekaligus merupakan inovasi baru produk?
|
|
W3
– O5
|
Variasi bangunan – Belum ada
perumahan BTN di daerah sekitar
Bagaimana membuat variasi bangunan
yang menarik untuk tempat yang belum ada perumahan BTN di daerah sekitarnya?
|
|
W4
– O1
|
Tipe rumah – Kestabilan ekonomi
Bagaimana tipe rumah yang sesuai
dengan pasar yang kestabilan ekonominya selalu berubah setiap saat?
|
|
W4
– O2
|
Tipe rumah – Lingkungan asri
Bagaimana tipe rumah dapat serasi
dengan lingkungan asri sekitar, sehingga dapat meningkatkan penjualan?
|
|
W4
– O3
|
Tipe rumah – Jumlah konsumen
banyak
Bagaimana menyediakan tipe rumah
yang dapat memenuhi permintaan di saat jumlah konsumen banyak?
|
|
W4
– O4
|
Tipe rumah – Inovasi baru
Bagaimana membangun tipe rumah
yang dapat menggebrak pasar, dengan inovasi baru yang dilakukan?
|
|
W4
– O5
|
Tipe rumah – Belum ada perumahan
BTN di daerah sekitar
Bagaimana agar tipe rumah yang
dibangun bisa diterima di wilayah yang belum ada perumahan BTN di daerah
sekitarnya?
|
|
W5
– O1
|
Pengelolaan sampah – Kestabilan
ekonomi
Bagaimana pengelolaan sampah bisa
menjadi daya tarik untuk menarik konsumen pada saat kestabilan ekonomi pasar
terjaga?
|
|
W5
– O2
|
Pengelolaan sampah – Lingkungan
asri
Bagaimana membuat pengelolaan
sampah dan lingkungan asri perumahan menjadi aset jual perusahaan?
|
|
W5
– O3
|
Pengelolaan sampah – Jumlah
konsumen banyak
Bagaimana membuat pengelolaan
sampah sebagai nilai perumahan dengan jumlah konsumen banyak?
|
|
W5
– O4
|
Pengelolaan sampah – Inovasi baru
Bagaimana menggunakan pengelolaan
sampah sebagai media melakukan inovasi baru, sehingga dapat meningkatkan
penjualan?
|
|
W5
– O5
|
Pengelolaan sampah – Belum ada
perumahan BTN di daerah sekitar
|
III. ISU STRATEGIS ST
|
ANALISIS
|
ISU
STRATEGIS
|
|
S1
– T1
|
Harga – Perumahan lain yang
letaknya strategis
Bagaimana menentukan harga yang
bisa bersaing dengan perumahan lain yang letaknya strategis?
|
|
S1
– T2
|
Harga – Topografi tanah
Bagaimana membuat harga mampu bersaing
dengan topografi tanah perumahan yang berbukit-bukit?
|
|
S1
– T3
|
Harga – Jauh dari pusat kota
Bagaimana menaikan harga dengan
kondisi perumahan yang jauh dari pusat kota?
|
|
S1
– T4
|
Harga – Daya beli masyarakat
rendah
Bagaimana cara menetapkan harga dengan
keadaan daya beli masyarakat rendah, sehingga dapat diterima konsumen?
|
|
S1
– T5
|
Harga – Tingkat pendapatan
masyarakat rendah
Bagaimana cara menstabilkan harga
untuk tingkat pendapatan masyarakat rendah?
|
|
S2
– T1
|
Pemasaran perumahan – Perumahan lain
yang letaknya strategis
Bagaimana strategi pemasaran
perumahan yang jauh dari pusat kota, di atas perumahan lain yang letaknya
strategis?
|
|
S2
– T2
|
Pemasaran perumahan – Topografi
tanah
Bagaimana melakukan pemasaran
perumahan yang topografi tanahnya berbukit?
|
|
S2
– T3
|
Pemasaran perumahan – jauh dari
pusat kota
Bagaimana pemasaran perumahan
dapat meningkatkan penjualan perumahan yang letaknya jauh dari pusat kota?
|
|
S2
– T4
|
Pemasaran perumahan – Daya beli
masyarakat rendah
Bagaimana pemasaran perumahan dapat
menarik minat konsumen di tengah daya beli masyarakat yang rendah?
|
|
S2
– T5
|
Pemasaran perumahan – Tingkat
pendapatan masyarakat rendah
Bagaimana melakukan pemasaran
perumahan di tempat yang tingkat pendapatan masyarakatnya rendah?
|
|
S3
– T1
|
Strategi yang digunakan –
Perumahan lain yang letaknya strategis
Bagaimana cara memaksimalkan
strategi yang digunakan agar dapat menghadapi pesaing perumahan lain
yang letaknya strategis?
|
|
S3
– T2
|
Strategi yang digunakan –
Topografi tanah
Bagaimana cara memaksimalkan
strategi yang digunakan untuk menarik konnsumen dari perumahan yang
memiliki topografi tanah yang berbeda?
|
|
S3
– T3
|
Strategi yang digunakan – Jauh
dari pusat kota
Bagaimana memakai strategi yang
digunakan untuk menjual perumahan yang jauh dari pusat kota?
|
|
S3
– T4
|
Strategi yang digunakan –
Daya beli masyarakat rendah
Bagaimana meningkatkan strategi
yang digunakan untuk menghadapi daya beli masyarakat yang rendah?
|
|
S3
– T5
|
Strategi yang digunakan –
Tingkat pendapatan masyarakat rendah
Bagaimana menjalankan strategi
yang digunakan agar dapat menarik konsumen di mana tingkat pendapatan
masyarakatnya rendah?
|
|
S4
– T1
|
Kualitas bangunan – Perumahan lain
yang letaknya strategis
Bagaimana cara memaksimalkan
kualitas bangunan guna bersaing dengan perumahan lain yang letaknya
strategis?
|
|
S4
– T2
|
Kualitas bangunan – Topografi
tanah
Bagaimana menetapkan kualitas
bangunan yang baik yang sesuai dengan topografi tanahnya, dengan biaya yang
efisien?
|
|
S4
– T3
|
Kualitas bangunan – Jauh dari
pusat kota
Bagaimana meningkatkan kualitas
bangunan dengan biaya yang tetap, dengan kondisi perumahan yang jauh dari
pusat kota?
|
|
S4
– T4
|
Kualitas bangunan – Daya beli
masyarakat rendah
Bagaimana menentukan kualitas
bangunan yang baik bagi tempat yang daya beli masyarakatnya rendah?
|
|
S4
– T5
|
Kualitas bangunan – Tingkat
pendapatan masyarakat rendah
Bagaimana agar kualitas bangunan
baik dapat terjangkau oleh pasar yang tingkat pendapatannya rendah?
|
|
S5
– T1
|
Promosi – Perumahan lain yang
letaknya strategis
Bagaimana strategi promosi yang
dilakukan, untuk menghadapi perumahan lain yang letaknya strategis?
|
|
S5
– T2
|
Promosi – Topografi tanah
Bagaimana promosi dapat
meningkatkan penjualan perumahan yang topografi tanahnya bergelombang?
|
|
S5
– T3
|
Promosi – Jauh dari pusat kota
Bagaimana menarik minat konsumen
dengan promosi, agar tertarik dengan perumahan yang letaknya jauh dari pusat
kota?
|
|
S5
– T4
|
Promosi – Daya beli masyarakat
rendah
Bagaimana melakukan promosi
perumahan terhadap wilayah yang daya beli masyarakatnya rendah?
|
|
S5
– T5
|
Promosi – Tingkat pendapatan
masyarakat rendah
Bagaimana melakukan promosi
perumahan terhadap wilayah yang tingkat pendapatannya rendah?
|
IV.
ISU STRATEGIS WT
|
ANALISIS
|
ISU
STRATEGIS
|
|
W1 – T1
|
Letak perumahan – Perumahan lain
yang letaknya strategis
Bagaimana mensiasati letak
perumahan yang jauh dari pusat kota, agar dapat mengungguli perumahan lain
yang letaknya strategis?
|
|
W1 – T2
|
Letak perumahan – Topografi tanah
Bagaimana meningkatkan penjualan
perumahan yang letak perumahan yang jauh dari pusat kota dan topografi tanah
yang bergelombang?
|
|
W1 – T3
|
Letak perumahan – Jauh dari pusat
kota
Bagaimana letak perumahan yang
jauh dari pusat kota untuk dapat mengambil alih pasar?
|
|
W1 – T4
|
Letak perumahan – Daya beli masyarakat
rendah
Bagaimana agar letak perumahan
yang jauh dari pusat kota, dapat diterima di wilayah yang daya beli
masyarakatnya rendah?
|
|
W1 – T5
|
Letak perumahan – Tingkat
pendapatan masyarakat rendah
Bagaimana memaksimalkan letak
perumahan yang jauh dari pusat kota, untuk mendapatkan konsumen yang tingkat
pendapatannya rendah?
|
|
W2 – T1
|
Teknologi yang digunakan –
Perumahan lain yang letaknya strategis
Bagaimana menjadikan teknologi
yang digunakan menjadi komoditas untuk bersaing dengan perumahan lain yang
letaknya strategis?
|
|
W2 – T2
|
Teknologi yang digunakan –
Topografi tanah
Bagaimana mengoperasikan teknologi
yang digunakan untuk menanggulangi topografi tanah yang bergelombang?
|
|
W2 – T3
|
Teknologi yang digunakan – Jauh
dari pusat kota
Bagaimana mengoperasikan teknologi
yang digunakan di perumahan yang jauh dari pusat kota?
|
|
W2 – T4
|
Teknologi yang digunakan – Daya
beli masyarakat rendah
Bagaimana memanfaatkan teknologi
yang digunakan untuk menaikan penjualan pada konsumen yang daya beli
masyarakatnya rendah?
|
|
W2 – T5
|
Teknologi yang digunakan – Tingkat
pendapatan masyarakat rendah
Bagaimana cara mengenalkan
teknologi yang digunakan kepada konsumen yang tingkat pendapatan
masyarakatnya rendah?
|
|
W3 – T1
|
Vaiasi bangunan – Perumahan lain
yang letaknya strategis
Bagaimana membuat variasi bangunan
yang mampu bersaing dengan perumahan lain yang letaknnya strategis?
|
|
W3 – T2
|
Variasi bangunan – Topografi tanah
Bagaimana membuat variasi bangunan
yang sesuasi dengan topografi tanah perumahan?
|
|
W3 – T3
|
Variasi bangunan – Jauh dari pusat
kota
Bagaimana menjadikan variasi
bangunan agar dapat menjadi ikon perumahan yang letaknya jauh dari pusat
kota?
|
|
W3 – T4
|
Variasi bangunan – Daya beli
masyarakat rendah
Bagaimana pengaruh variasi
bangunan terhadap penjualan yang daya beli masyarakatnya rendah?
|
|
W3 – T5
|
Variasi bangunan – Tingkat
pendapatan masyarakat rendah
Bagaimana membuat variasi bangunan
untuk kelas pasar yang tingkat pendapatan masyarakatnya rendah?
|
|
W4 – T1
|
Tipe rumah – Perumahan lain yang
letaknya strategis
Apakah tipe rumah yang disediakan
mampu bersaing dengan perumahan lain yang letaknya strategis?
|
|
W4 – T2
|
Tipe rumah – Topografi tanah
Bagaimana menyediakan bahan baku
yang murah untuk membangun perumahan dengan tipe rumah yang diinginkan
berdasarkan topografi tanahnya yang bergelombang?
|
|
W4 – T3
|
Tipe rumah – Jauh dari pusat kota
Tipe rumah yang bagaimana yang
sesuai untuk perumahan yang letaknya jauh dari pusat kota?
|
|
W4 – T4
|
Tipe rumah – Daya beli masyarakat
rendah
Bagaimana membangun tipe rumah yang
sesuai untuk wilayah yang daya beli masyarakatnya rendah?
|
|
W4 – T5
|
Tipe rumah – Tingkat pendapatan
masyarakat rendah
Bagaimana menyediakan tipe rumah
untuk wilayah yang tingkat pendapatan masyarakatnya rendah?
|
|
W5 – T1
|
Pengelolaan sampah – perumahan
lain yang letaknya stgrategis
Bagaimana strategi pengelolaan
sampah agar dapat mengalahkan perumahan lain yang letaknya strategis?
|
|
W5 – T2
|
Pengelolaan sampah – Topografi
tanah
Apa kendala pengelolaan sampah di
perumahan yang topografi tanahnya bergelombang?
|
|
W5 – T3
|
Pengelolaan sampah – Jauh dari
pusat kota
Bagaimana cara mengatur
transportasi pengelolaan sampah perumahan yang letaknya jauh dari pusat kota?
|
|
W5 – T4
|
Pengelolaan sampah – Daya beli
masyarakat rendah
Apakah sistem pengelolaan sampah perumahan
dapat mempengaruhi penjualan di wilayah yang daya beli masyarakatnya rendah?
|
|
W5 – T5
|
Pengelolaan sampah – Tingkat
pendapatan masyarakat rendah
Bagaimana agar pengelolaan sampah
perumahan tidak membebani bagi konsumen di mana tingkat pendapatan masyarakatnya
rendah?
|
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Secara keseluruhan Perusahaan Perumahan BTN saat ini merupakan perusahaan yang
cukup sukses dalam jenis usaha Perumahan, sebuah jenis usaha yang bergerak
dalam kegiatan proses pengubahan suatu bahan/barang menjadi bahan/barang lain
yang berbeda bentuk atau sifatnya dan mempunyai nilai tambah.hal ini ditunjukan
dengan semakin besarnya market share yang dimiliki serta peningkatan
penjualan secara terus menerus sepanjang tahun. Selain itu, perusahan ini
didukung oleh kekuatan internal yang cukup baik, seperti dukungan sumber daya
manusia, dukungan manajemen yang baik, kualitas produk yang baik, pelayanan
yang memuaskan konsumen, serta harga pokok yang cukup bersaing. Keunggulan
Perusahaan Perumahan BTN ialah memiliki kesempatan untuk menikmati masa pertumbuhan
yang cukup lama sehingga perusahaan dapat memperoleh keuntungan secara terus
menerus seiring dengan meningkatnya jumlah penduduk dan meningkatnya daya beli
masyarakat.
Tetapi setiap perusahaan sehebat apa pun tetap akan memiliki ancaman dan
tekanan persaingan serta kondisi eksternal yang kadang-kadang sulit untuk
diantisipasi. Selain itu pesaing lain ada yang melakukan penggabungan usaha
untuk mencapai sinergi bisnis yang lebih besar. Karena itu, untuk menghadapi
persaingan global, Perusahaan Perumahan BTN harus lebih agresif dalam merebut
konsumen untuk mempertahankan market share. Strategi yang bisa
diterapkan adalah strategi integrasi horizontal, efisiensi biaya serta
pemanfaatan teknologi tinggi untuk sistem pengendalian, sistem informasi
pemesanan pembelian, sistem pembayaran, dan sistem pemesanan. Semua itu harus
diarahkan untuk kepuasan konsumen.
DAFTAR PUSTAKA
Rangkuti,
Freddy, 1997, Riset Pemasaran, Jakarta: PT. Gramedia Pustaka
Utama
Rangkuti,
Freddy, dalam JURNAL EKONOMI PERUSAHAAN, Volume 3 no.2, Edisi
Oktober 1996, diterbitkan oleh STIE IBII.
Craven,
Hills & Woodruf, 1980 Marketing Decision Marking.
Andrwes,
K.R., 1980 The Concept Of Corporate Strategi
Igor,
Arsoff H,. 1984 Implanting Strategic Manajement.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar